RSS

Ranah 3 Warna, Ahmad Fuadi

08 Dec

Judul : Ranah 3 Warna
Penulis : Ahmad Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 473

Tanggal 23 Januari 2011 lalu, mungkin merupakan waktu yang sangat dinantikan bagi para pecinta karya fiksi berjenis novel. Pasalnya, pada hari itu sebuah master piece yang penuh “keajaiban” buah karya anak bangsa, beredar dan terbit di bumi khatulistiwa. Novel apakah itu ? Yups, novel tersebut adalah Ranah 3 Warna, novel kedua dari triloginya Negeri 5 Menara.
Novel kedua ini merupakan tongkat estafet dari hikayat novel pertamanya dari Ahmad Fuadi. Sebelumnya, pada novel Negeri 5 Menara, pembaca seakan “dibakar” dan dikucur oleh aliran hikmah pada sebuah pengalaman atmosfir pendidikan yang sangat inspiratif. Dimana salah satu pesan utama yang ditonjolkan adalah sebuah kalimat penggugah tekad “man jadda wajada“, yakni sebuah pepatah Arab yang berarti “siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses“.
Selain itu, pengalaman para tokoh di novel tersebut mengajarkan mereka dan juga pembaca setianya bahwa apa pun dapat diraih selama didukung oleh usaha dan doa. Novel yang mendapatkan penghargaan sebagai Nominasi Khatulistiwa Literary Award 2010, penulis dan fiksi terfavorit, serta anugerah pembaca Indonesia 2010 tersebut, menekankan kepada kita semua bahwa jangan pernah meremehkan setiap mimpi, karena setinggi apa pun mimpi kita, sungguh akan didengar oleh Tuhan yang Maha Menggenggam setiap mimpi-mimpi para insan ciptaan-Nya.
Lantas, hikayat apa yang muncul dalam novel Ranah 3 Warna ini ? Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Apa impiannya ? Sangat tinggi. Ia ingin belajar teknologi tinggi di kota Bandung seperti Prof. BJ Habibie, sang mantan presiden ketiga di negeri ini. Bahkan ia ingin merantau sampai ke benua Amerika. Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera meneruskan pendidikan ke bangku kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dirinya mampu lulus UMPTN. Ia sadar, ada satu hal penting yang tidak ia miliki. Ijazah SMA. Ya, bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tersebut tanpa ijazah.
Terinspirasi dari semangat tim dinamit Denmark, dia mencoba mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah segera menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya. Sampai kapan dia harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini. Hampir saja dia menyerah.
Rupanya “mantra” man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidupnya. Alif teringat “mantra” kedua yang diajarkan di Pondok Madani, yaitu man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia akhirnya bertekad untuk menyongsong badai hidup satu persatu.
Bisakah Alif memenangkan semua impiannya ? Kemana nasib akan membawanya ? Apa saja tiga ranah berbeda warna tersebut ? Siapakah Raisa? Bagaimana pula persaingannya dengan Randai ? Serta bagaimanakah kabar Sahibul Menara ? Mengapa sampai muncul Obelix, orang Indian, Michael Jordan dan Kesatria Berpantun ? Apa hadiah yang diberikan Tuhan untuk sebuah kesabaran yang kukuh ? Semuanya akan terjawab di buku kedua karya Ahmad Fuadi ini.
Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa. Ya, Tuhan selalu bersama orang-orang yang sabar. Ditulis oleh Ahmad Fuadi, seorang mantan wartawan, penerima delapan beasiswa luar negeri dan pencinta fotografi. Penulis pernah tinggal di Kanada, Singapura, Amerika Serikat dan Inggris. Alumni Pondok Modern Gontor, HI Unpad, George Washington University dan Royal Holloway dan University of London. Bahkan penulis meniatkan sebagian royalti dari trilogi ini untuk membangun Komunitas Menara. Sebuah yayasan sosial yang berfungsi untuk membantu pendidikan orang yang tidak mampu, yang berbasiskan sukarelawan.

 
Leave a comment

Posted by on December 8, 2011 in Resensi Buku

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: