RSS

Perkembangan Peserta Didik: Perkembangan Kreativitas

06 Oct

  1. Kreativitas dan Teori Belahan Otak
        Perkembangan kreativitas sangat erak kaitannya dengan perkembangan intelek/kognitif individu karena kreativitas sesungguhnya merupakan perwujudan dari pekerjaan otak. Fungsi otak sebelah kiri adalah berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat ilmiah, kritis, logis, linier, teratur, sistematis, terorganisir, beraturan, dan sejenisnya. Sedangkan fungsi otak sebelah kanan adalah berkenaan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat non linier, non verbal, holistic, humanistic, kreatif, mencipta, mendesain, bahkan mistik dan sejenisnya.

     
  2. Pengertian Kreativitas Secara Umum
    Barron (1982) mendefinisikan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Guilford (1970) menyatakan bahwa kreativitas mengacu pada kemampuan yang menandai cirri-ciri seorang kreatif. Utami Munandar (1992:47) mendefinisikan kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi sesuatu gagasan. Rogers mendefinisikan kreativitas sebagai proses munculnya hasil-hasil baru kedalam suatu tindakan (Utami Munandar, 1992:47). Drevdahl mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan untuk memproduksi komposisi dan gagasan-gagasan baru yang dapat berwujud aktivitas imajinatif atau sentesis yang mungkin melibatkan pembentukan pola-pola baru dan kombinasi dari pengalaman masa lalu yang dihubungkan dengan yang sudah ada pada situasi sekarang (Hurlock,1978).


     

        Berdasarkan berbagai definisi kreativitas di atas, maka definisi-definisi kreativitas dapat dikelompokan ke dalam empat kategori yaitu :
    1. Product
    2. Person
    3. Process
    4. Press
        Jadi, yang dimaksud dengan kreativitas adalah cirri-ciri khas yang dimiliki oleh individu yang menandai adanya kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang sama sekali baru atau kombinasi dari karya-karya yang telah ada sebelumnya menjadi suatu karya baru yang dilakukan melalui interaksi dengan lingkungannya untuk menghadapi permasalahan dan mencari alternative pemecahannya dengan cara-cara berpikir divergen.


     

  3. Pengertian Kreativitas Menurut Torrence
        Torrence medefinisikan kreativitas itu sebagai proses kemampuan memahami kesenjangan-kesenjangan atau hambatan-hambatan dalam hidupnya, merumuskan hipotesis-hipotesis baru, dan mengkomunikasikan hasil-hasilnya, serta sedapat mungkin memodifikasi dan menguji hipotesis-hipotesis yang yang telah dirumiskan.


     

  4. Pendekatan Terhadap Kreativitas
        Pendapat dalam studi kreativitas dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pendekatan psikologis dan pendekatan sosiologis (Torrance, 1981; Dedi Supriadi, 1989). Pendekatan psikologis melihat kreativitas dari segi kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri invidu sebagai faktor-faktor yang menetukan kreativitas. Clark menganggap bahwa kreativitas mencakup sintesis dari fungsi-fungsi sebagai berikut:
    1. Thinking
    2. Feeling
    3. Sensing
    4. Intuiting
        Adapun pendekatan sosiologis berasumsi bahwa kreativitas individu merupakan hasil dari proses interaksi social, di mana individu dengan segala potensi dan disposisi keperibadiannya dipengaruhi oleh lingkungan social tempat individu itu berada, yang meliputi ekonomi, politik, kebudayaan. Dan peran keluarga.
        Arieti (1976) mengemukakan beberapa faktor sosiologis yang kondusif bai perkembanagn kreativitas, yaitu:
    1. Tersedianya sarana-sarana kebudayaan.
    2. Keterbukaan terhadap keragaman cara berpikir.
    3. Adanya keleluasaan bagi berbagai media kebudayaan.
    4. Adanya toleransi terhadap pandangan-pandangan yang divergen.
    5. Adanya penghargaan yang memadai terhadap orang yang berprestasi.

     
  5. Perkembangan Kreativitas
        Perkembangan kreativitas merupakan perkembangan proses kognitif, maka kreativitas dapat ditinjau melalui proses perkembangan kognitif berdasarkan teori yang diajukan oleh Jean Piaget. Menurut Jean Piaget ada empat tahap perkembangan kognitif, yakni sebagai berikut:
    1. Tahap Sensori-metoris
          Tahap ini dialami pada usia 0-2 tahun. Pada tahap ini anak berada dalam suatu masa pertumbuhan yang ditandai oleh kecenderungan-kecenderungan sensori-motoris yang amat jelas. Serta pada tahap ini pula tindakan-tindakan anak masih berupa tindsakan-tindakan fisik yang bersifat refleksif, pandangannya terhadap obyek masih belum permanen, belum memiliki konsep tentang ruang dan waktu, belum memiliki konsep tentang sebab-akibat, bentuk permainannya masih merupakan pengulangan reflex-refleks, belum memiliki konsep tentang diri ruang dan belum memiliki kemampuan berbahasa.
    2. Tahap Praoperasional
          Tahap ini berlangsung pada usia 2-7 tahun. Tahap ini disebut tahap intuisi sebab perkembangan kognitifnya memperlihatkan kecenderungan yang ditandai oleh suasana intuitif. Dalam arti semua perbuatan rasionalnya tidak didukung oleh pemikiran tetapi oleh unsure perasaan, kecenderungan alamiah, sikap-sikap yang diperoleh dari orang-orang bermakna, dan lingkungan sekitarnya.
    3. Tahap Operasional Konkrit
      Tahap ini berlangsung antara usia 7-11 tahun, pada tahap ini anak mulai menyesuaikan diri dengan realitas konkrit dan sudah mulai berkembang rasa ingin tahunya. Mengenai kreativitasnya, menurut Jean Piaget, juga sudah mulai berkembang. Faktor-faktor yang memungkinkan semakin berkembangnya kreativitas itu adalah :
      1. Anak sudah mulai mampu untuk menampilkan operasi-operasi mental.
      2. Mulai mampu berpikir logis dalam bentuk yang sederhana.
      3. Mulai berkembang kemampuan untuk memelihara identitas diri.
      4. Konsep tentang ruang sudah semakin meluas.
      5. Sudah amat menyadari akan adanya masa malu, masa kini, dan masa yang akan datang.
      6. Sudah mampu mengimajinasikan sesuatu, meskipun biasanya masih memerlukan bantuan obyek-obyek konkrit.
    4. Tahap Operasional Formal
          Tahap ini dialami oleh anak pada usia 111 tahun ke atas. Pada masa ini anak telah mampu mewujudkan suatu keseluruhan dalam pekerjaannya yang merupakan hasil dari berpikir logis.
  6. Tahap-tahap Kreativitas
        Proses kreatif berlangsung mengikuti tahap-tahap tertentu. Ada empat tahapan proeses kreatif yaitu:
    1. Persiapan (Preparation)
          Pada tahap ini, individu berusaha mengumpulkan informasi atau data untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Namun, pada tahap ini belum ada arah yang tetap pemecahan masalah dan pada tahap ini masih diperlukan pengembangan kemampuan berpikir diverge.
    2. Inkubasi (Incubation)
          Pada tahap ini individu seolah-olah melepaskan diri untuk sementara waktu dari masalah yang dihadapinya. Proses inkubasi ini dapat berlangsung lama (berhari-hari bahkan bertahun-tahun) dan bisa juga sebentar (beberapa jam saja) sampai kemudian timbul inspirasi atau gagasan untuk memecahkan masalah.
    3. Iluminasi (Illumination)
          Tahap ini sering disebut sebagai tahap timbulnya “insight”. Pada tahap ini sudah dapat timbul inspirasi baru serta proses-proses psikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi baru itu. Ini timbul setelah diendapkan dalam waktu yang lama atau bisa juga sebentar pada tahap inkubasi.
    4. Ferifikasi (Verification)
          Pada tahap ini, gagasan-gagasan yang telah muncul itu dievaluasi secara kritis dan konvergen serta menghadapkannya kepada realitas.
  7. Karakteristik Kreativitas
        Piers (Adams, 1976) mengemukakan bahwa karakteristik kreativitas adalah:
    1. Memiliki dorongan (drive) yang tinggi.
    2. Memliki keterlibatan yang tinggi.
    3. Memiliki rasa ingin tahu yang besar.
    4. Memiliki ketekunan yang tinggi.
    5. Cenderung tidak puas terhadap kemapanan.
    6. Penuh percaya diri.
    7. Memiliki kemandirian yang tinggi.
    8. Bebas dalam mengambil keputusan.
    9. Menerima diri sendiri.
    10. Senang humor.
    11. Memiliki intuisi yang tinggi.
    12. Cenderung tertarik kepada hal-hal yang kompleks.
    13. Toleran terhadap ambiguitas.
    14. Bersifat sensitive.
  8. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kreativitas
        Utami Munandar (1988) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas adalah:
    1. Usia.
    2. Tingkat pendidikan orang tua.
    3. Tersedianya fasilitas.
    4. Penggunaan waktu luang.
        Clark (1983) mengemukakan faktor-faktor yang dapat mendukung perkembangan kreativitas adalah:
    1. Situasi yang menghadirkan ketidaklengkapan serta keterbukaan.
    1. Situasi yang memungkinkan dan mendorong timbulnya banyak pernyataan.
    2. Situasi yang dapat mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu.
    3. Situasi yang mendorng tanggungjawab dan kemandirian.
    4. Situasi yang menekankan inisiatif-diri untuk menggali, mengamati, bertanya, merasa, mengklasifikasikan, mencatat, menrjemahkan, memprakirakan, menguji hasil prakiraan, dan mengkomunikasikan.
    5. Kedwibahasaan yang memungkinkan untuk mengembangkan potensi kreativitas secara lebih luas karena akan memberikan pandangan dunia secara lebih bervariasi, lebih fleksibel dalam menghadapi masalah, dan mampu mengekspresikan dirinya dalam cara yang berbeda dari umumnya orang lain yang dapat muncul dari pengalaman yang dimilikinya.
    6. Posisi kelahiran (berdasarkan tes kreativitas, anak sulung laki-laki lebih kreatif dari pada anak laki-laki yang lahir kemudian).
    7. Perhatian dari orang tua terhadap minat anaknya, stimulasi dari lingkungan sekolah, dan mitivasi-diri.
      Sedangkan faktor-faktor yang menghambat berkembangnya kreativitas adalah:
    8. Adanya kebutuhan akan keberhasilan, ketidak beranian dalam menanggung resiko atau upaya mengejar sesuatu yang berlum diketahui.
    9. Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial.
    10. Kurang berani dalam melakukan eksplorasi, menggunakan imajinasi, dan penyelidikan.
    11. Stereotip peran seks atau jenis kelamin.
    12. Diferensiasi antara bekerja dan bermain.
    13. Otoritarianisme.
    14. Tidak menghargai terhadap fantasi dan hayalan.
      Miller dan Gerard (Adams dan Gullota, 1979) mengemukakan adanya pengaruh keluarga pada perkembangan kreativitas anak dan remaja sebagai berikut:
    15. Orang tua yang memberikan rasa aman.
    16. Orang tua mempunyai berbagai macam minat pada kegiatan di dalam dan di luar rumah.
    17. Orang tua memberikan kepercayaan dan menghargai kemampuan anak.
    18. Orang tua memberikan otonomi dan kebebasan pada anak.
    19. Orang tua mendorong anak agar dalam mengerjakan sesuatu dilakukan dengan sebaik-baiknya.
      Torrance (1981) mengemukakan lima bentuk interaksi orang tua dengan anak/remaja yang dapat mendorong berkembangnya kreativitas, yakni:
    20. Menghormati pernyataan-pernyataan yang tidak lazim.
    21. Menghormati gagasan-gagasan imajinatif.
    22. Menunjukan kepada anak/remaja bahwa gagasan yang dikemukakan itu bernilai.
    23. Memberikan kesempatan kepada anak.remaja untuk belajar atas prakarsanya sendirir dan memberikan reward kepadanya.
    24. Memberikan kesempatan kepada anak/remaja untuk belajar dan melakukan kegiatan-kegiatan tanpa suasana penilaian.
      Sedangkan faktor-faktor yang dapat menghambat berkembangnya kreativitas, yaitu:
    25. Terlalu dini untuk mengeliminasi fantasi anak.
    26. Membatasi rasa ingin tahu anak.
    27. Terlalu menekankan peran berdasarkan perbedaan jenis kelamin.
    28. Terlalu banyak melarang anak.
    29. Terlalu menekankan kepada anak agar memiliki rasa malu.
    30. Terlalu menekankan pada keterampilan verbal anak.
    31. Sering memberikan kritik yang bersifat destruktif.

 
  1. Masalah yang Sering Timbul pada Anak Kreatif
        Masalah yang sering timbul atau dialami oleh anak-anak kreatif, yakni sebagai berikut:
    1. Pilihan karir yang tidak realistis.
    2. Hubungan dengan guru dan teman sebaya.
    3. Perkembangan yang tidak selaras.
    4. Tiadanya tokoh-tokoh ideal.
  2. Upaya Membantu Perkembangan Kreativitas dan Implikasinya Bagi Pendidikan
        Anak kreatif harus mendapatkan bimbingan sesuai dengan potensi kreatifnya itu agar tidak sia-sia. Agar proses pendidikan dapat memberikan bantuan kepada anak-anak kreatif, para guru dan pembimbing disekolah sudah seharusnya mengenali anak-anak kreatif yang menjadi peserta didiknya. Dalam konteks relasi dengan anak-anak kreatif ini yang memiliki karakteristik sebagai berikut :
    1. Pembimbing berusaha memahami pikiran dan perasaan anak.
    2. Pembimbing mendorong anak untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya tanpa mengalami hambatan.
    3. Pembimbing lebih menekan pada proses daripada hasil sehingga pembimbing dituntut mampu memandang permasalahan anak sebagai bagian dari keseluruhan dinamika perkembangan dirinya.
    4. Pembimbing berusaha menciptakan lingkungan yang bersahabat, bebas dari ancaman, dan Suasana penuh saling menghargai.
    5. Pembimbing tidak memaksakan pendapat, pandangan, atau nilai-nilai tertentu kepada anak.
    6. Pembimbing berusaha mengeksplorasi segi-segi positif yang dimiliki anak dan bukan sebaliknya mencari-cari kelemahan anak.
    7. Pembimbing berusaha menepatkan aspek berpikir dan perasaan secara seimbang dalam proses bimbingan.
        Dedi Supriadi (1994) mengemukakan sejumlah bantuan yang dapat digunakan untuk membimbing perkembangan anak-anak kreatif, yaitu sebagai berikut :
    1. Menciptakan rasa aman kepada anak untuk mengekspresikan kreativitas anak.
    2. Mengakui dan menghargai gagasan-gagasan anak.
    3. Menjadi pendorong bagi anak untuk mengkomunikasikan dan mewujudkan gagasan-gagasannya.
    4. Membantu anak memahami divergensinya dalam berfikir dan bersikap dan bukan malah menghukumnya.
    5. Memberikan peluang untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasannya.
    6. Memberikan informasi mengenai peluang-peluang yang tersedia.

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       

       
 
Leave a comment

Posted by on October 6, 2011 in Pembelajaran Bahasa Indonesia

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: