RSS

Para Penghuni Gaib Kota Martapura

09 Apr

Para Penghuni Gaib Kota Martapura
Menurut cerita orang-orang tua, pada tahun 60-an, yang namanya Jl. Batuah masih sangat sepi. Rumah-rumah belum bayak. Konon, waktu itu, orang-orang takut untuk membangun rumah di jalan tersebut. Keadaannya memang sangat keangkerannya. Apalagi daerah sekitarnya adalah kuburan. Memang, sampai sekarang pun masih ada kuburan di Jl. Batuah, yang dipercaya cukup angker. Di seberang kuburan ini, terdapat bangunan kosong yang dahulunya dipakai untuk kantor pajak. Kantor ini tidak dipakai lagi, karena sering mendapat gangguan dari makhluk gaib.
Menurut cerita masyarakat setempat, tiap pagi keadaan kantor dalam keadaan berantakan. Arsip-arsip atau benda-benda lainnya berpindah tempat dengan sendirinya.
Suatu ketika, terjadi kebakaran di sekitar tempat tersebut. Anehnya, eks kantor pajak tidak terbakar, maka beberapa keluarga korban kebakaran menggunakan eks kantor pajak tersebut sebagai tempat tinggal sementara. Namun, apa yang menimpa mereka?
Diceritakan, malam itu mereka mendapat teror dari makhluk-makhluk gaib penghuni kantor tersebut. Mereka melihat potongan tangan, kaki dan kepala berseliweran di tempat.
Menurut investigasi Misteri, selain hantu yang menampakkan wujudnya sebagai potongan-potongan tubuh manusia, di depan kantor pajak tersebut, juga ada makhluk gaib berupa srigala hitam yang cukup besar. Makhluk ini juga kerap menampakkan wujudnya.
Di Jl. Batuah juga terdapat Kantor Dinas Peternakan yang dihuni oleh kuntilanak, perempuan cantik berambut panjang dengan gaun putih transparan. Di samping kantor ini terdapat rumah Bapak H.Gusti Jakatri. Menurut kesaksian pemilik rumah, di mobilnya mobilnya terdapat makhluk gaib berupa seorang lelaki berpakaian seperti orang Dayak. Mukanya dicontang-conteng dengan cat serta memakai bulu burung Anggang di kepalanya.

Di seberang Kantor Dinas Peternakan, dahulunya terdapat banyak kuburan tua yang sekarang sudah tidak terlihat lagi, karena nisan-nisannya sudah hilang. Kepada Misteri, H.Ainum warga di sana memberi kesaksian, bahwa suatu sore dirinya mencium bau busuk. Dia pun terus mengomel-ngomel karena bau tersebut. Malam harinya, mulutnya tiba-tiba bengkak tanpa sebab. Beberapa hari kemudian salah seorang keponakannya bermimpi didatangi seorang lelaki yang memberi tahu bahwa H.Ainum telah berkata ceroboh.
Keesokan harinya, sang keponakan memintakan maaf di tempat tersebut dengan menyuguhkan seuntai bunga dan secarik kain kuning. Barulah H.Ainum sembuh.
Tempat lain yang menyimpan misteri adalah Masjid Agung Al Karomah Martapura. Alm. K.H. Abdur Rosyad atau biasa disebut Guru Rosyad, pernah menyebut kepada Misteri, masjid ini dihuni oleh jin bernama Abdul Wahid.
Di halaman masjid, terdapat pohon berigin. Di pohon ini, Misteri melihat penampakan makhluk gaib seperti seorang laki-laki. Pakaian seluruhnya berwarna merah, berdiri di atas pohon beringin memandang kearah Misteri yang sedang berdzikir di serambi masjid.
Rumah Sakit Umum Ratu Zalecha, terletak di pusat kota Martapura. Di RSU yang baru ini banyak penghuni gaibnya. Pasalnya, sebelum dibangun rumah sakit, ditempat tersebut berdiri dengan angker pabrik kerta Martapura yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak beroperasi dan dibiarkan begitu saja.
Kini, meskipun di bekas pabrik kertas tersebut telah berdiri dengan megah RSU Ratu Zalecha yang baru, namun sisa-sisa keangkeran masih menyelimutinya. Buktinya para pasien, baru menginap semalam sudah minta pulang. Kabarnya, banyak yang tidak tahan oleh gangguan makhluk gaib di tempat tersebut.
Bahkan, para perawat pernah melihat penampakkan 3 wanita cantik berpakaian lengkap seperti perawat turun dari tangga atas. Tentu saja para perawat asli menjadi bingung karena mereka tidak mengenalnya. Dan anehnya, setelah sampai di bawah, ketiga perawat cantik tersebut hilang tak tahu rimbanya.
Masih ada kisah lain. Apa yang disebut sebagai Hantu Kapten pernah gentayangan dilantai 2 ruang koperasi. Sehingga tidak ada orang yang berani menempati lantai 2 tersebut. Kalaupun ada tinggal di tempat tersebut, dipastikan tidak akan tahan lama. Karena setiap malam akan terganggu dengan kehadiran Tuan Kapten yang suara sepatu bootnya terdengar jelas.
Hal senada terjadi pula di rumah warna hijau di jalan A.Yani Km. 40. Karena keangkerannya sampai sekarang, rumah tersebut masih kosong dengan pohon dan rumput-rumput liar di halamannya. Menurut penglihatan mata batin Misteri, rumah tersebut dihuni oleh genderuwo, banaspati, dan lain-lain.
Saking ganasnya, para penghuni gaib di rumah tersebut, Misteri yang menerawang dari jarak jauh saja dibuat merinding.
Sementara itu. Di aliran sungai Martapura, tepatnya di bawah jembatan terdapat makhluk gaib berupa buaya putih yang sering menampakkan diri. Pernah seorang pengantin wanita yang merayakan perkawinan di rumah yang ada di tepi sungai tersebut kesurupan, sehingga bertingkah seperti buaya, merangkak-rangkak mau turun ke sungai.
Setelah diberi sesajen berupa bubur merah dan putih, pisang mahuli atau pisang singapur dan sebiji telur ayam kampung, barulah pengantin wanita tesrebut sembuh dari kesurupannya.
Daerah Gunung Ronggeng, sebelum dibangun perumahan terkenal dengan hantu suluhnya. Hantu suluh adalah sejenis hantu pembawa obor di tengah malam. Orang yang sedang berjalan di malam hari, akan dibuat linglung oleh hantu suluh bila bertemu dengannya.
Di sebelah timur Gunung Ronggeng, terletak kampung Sei Ulin. Di kampung itu, bersemayam makhluk gaib berupa anjing, sehingga kalau ada pengguna jalan yang lagi bernasib sial, bisa mengalami kecelakaan lalu lintas seperti yang dialami Mbah Mijo. Kecelakaan itu terjadi ketika dia baru pulang mancing dengan teman-temannya dengan menggunakan sepeda motor. Menjelang Maghrib, Mbah Mijo dan rombong melintas di jalan itu. Tiba-tiba Mbah Mijo menabrak seekor anjing, lalu jatuh dari motor dengan muka penuh darah dan dalam keadaan pingsan.
Menurut penduduk setempat, anjing tersebut hanya penglihatan Mbah Mijo saja, karena sebenarnya tidak ada.
Lain pula peristiwa yang dialami oleh H.Fauzi saat menggarap lahan tidur milik Slamet di daerah Karang Tengah. Sewaktu H.Fauzi tengah bekerja sendirian, tiba-tiba datang seekor anak kera yang mau mengambil rantang berisi nasi dan lauk untuk makan siangnya.
Oleh H.Fauzi monyet itu segera diusir. Setelah diusir, si monyet tetap mengawasi H.Fauzi. Namun anehnya, menurut H.Fauzi, kera kecil tersebut berubah menjadi besar dan wajahnya berubah seperti bermake up berwarna-warni. Bulu kuduk H.Fauzi langsung merinding menyaksikan kegaiban tersebut.
Setelah pulang, peristiwa tersebut masih terbayang dan ujung-ujungnya dia kesurupan. Tingkah lakunya seperti tingkah laku seekor kera. Tentu saja isteri dan anak-anaknya menjadi bingung. Oleh salah seorang saudaranya, yaitu H.Fauzan, segera dibawa ke rumah Abah Iqal salah seorang paranormal.
Sewaktu dalam perjalanan, mobil yang mereka kendarainya melawati kuburan Cina. Namun yang dilihat H.Fauzan adalah gedung-gedung yang indah dengan lampu-lampu gemerlap. H.Fauzan terus melajukan kendaraannya melewati jalan mulus.
Namun anaknya yang bernah Aji, menegur ayahnya karena salah jalan. Sampai beberapa kali ditegue baru sadar. Keadaan kembali seperti semula, gelap dan mencekam. Bangunan-bangunan indah itu hilang seketika.
Perjalanan dilanjutkan hingga sampai dirumah Abah Iqal. Menurut Abah, H.Fauzi kesurupan kera gaib karena dia tidak mau memberi makan makhluk-makhluk yang ada di tanah yang sedang digarapnya. Berkat bantuan Abah, makhluk gaib yang merasuki H. Fauzi dapat diusir.
Di kampung Digul, tepat di selokan air dekat rumah Ong Keng Siang dan rumah Syahran, terdapat makhluk gaib berupa seorang lelaki tua memakai tongkat, berpeci hitam. Menurut masyarakat setempat, itu adalah perwujudan arwah Kai Ekoh, danyang Kampung Digul.
Di sebelah rumah Syahran, dahulu pernah tinggal keluarga Zawiah. Pada suatu malam, Zawiah bikin kue wajik. Sewaktu mengaduk adonan, wajannya bergeser ke timur hingga tidak kena api. Oleh Zawiah, wajan tersebut ditarik lagi ke tengah dapur agar kena api.
Namun, beberapa saat kemudian bergeser lagi sampai ke tepi dapur. Setelah wajan ditengahkan, kembali ke tepi. Hal ini berlangsung sampai 3 kali. Setelah itu, terdengar suara berdecak diikuti dengan munculnya sepotong tangan besar hitam berbulu lebat. Seketika Zawiah berteriak kaget, dan langsung pingsan.
Ya, itulah sejumlah kegaiban yang ada di kota Martapura. Aneh, bukan?

sumber : majalah misteri

 
Leave a comment

Posted by on April 9, 2011 in Cerita-cerita

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: