RSS

Mengenal Karya Sastra Lama Indonesia

23 Feb

Kesusastraan berasal dari bahasa Sanskerta sastra yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”. Dalam bahasa Indonesia, kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Kesusastraan juga didefinisikan sebagai ilmu atau pengetahuan tentang segala hal yang bertalian dengan susastra. Kesusastraan di Indonesia terbagi dalam dua zaman. Zaman Kesusastraan Lama dan Zaman Kesusastraan Baru. Masing-masing karya memiliki ciri khas tersendiri.

Karya sastra lama lahir dalam masyarakat lama pada zamannya. Masyarakat pada waktu itu masih memegang adat istiadat yang berlaku di daerahnya. Karya sastra lama biasanya bersifat moral, pendidikan, nasihat, adat istiadat, serta ajaran-ajaran agama.

Karya sastra merupakan hasil cipta rasa manusia. Karya sastra lahir dari ekspresi jiwa seorang pengarang. Suatu hasil karya dikatakan memiliki nilai sastra jika isinya dapat menimbulkan perasaan haru, menggugah, kagum, dan mendapat tempat di hati pembacanya. Karya sastra seperti itu dapat dikatakan sebagai karya sastra yang adiluhung, yaitu karya yang dapat menembus ruang dan waktu.

Karya Sastra Lama atau Klasik

Karya sastra lama atau klasik lahir dan berkembang di lingkungan masyarakat yang masih kental dengan adat istiadat dan lain-lain. Karya-karya kesusastraan lama sangat dipengarui oleh muatan lokal berupa adat istiadat dan budaya yang berlaku pada zamannya.

Di antara kesusastraan lama itu adalah pantun, hikayat, gurindam, dongeng, syair, dan tambo. Jenis-jenis sastra lama ini berpengaruh besar dalam perkembangan kesusastraan modern di Indonesia.

Pada umumnya, karya sastra zaman klasik cenderung menggunakan lisan sebagai media penyebarannya. Oleh karena itu, sebuah karya pantun atau dongeng tidak diketahui siapa pengarangnya. Cerita yang dilisankan itu menyebar dengan cepat ke berbagai pelosok dan kalangan.

Pantun

Pantun adalah salah satu jenis karya sastra lama. Pantun berkembang di masyarakat menggunakan media lisan. Pantun sering disebut sebagai sastra lisan. Penyebaran pantun dilakukan dari mulut ke mulut. Oleh karena itu, sampai saat ini belum diketahui dengan pasti siapa pengarang pantun. Dilihat dari bentuknya, pantun termasuk jenis puisi lama.

Pantun merupakan karangan yang terikat bentuk dan aturan. Terikat bentuk yang terdiri atas bait dan larik. Larik atau baris kesatu dan ketiga merupakan sampiran dan baris kedua dan keempat adalah isi pantun. Dilihat dari jenisnya, pantun ada beberapa jenis, yaitu pantun anak-anak, pantun remaja, dan pantun orang tua.

Contoh pantun:

sungguh elok asam belimbing
tumbuh dekat limau mangga

sungguh elok berbibir sumbing
walaupun marah tertawa juga

***

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian

Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

Gurindam

Gurindam termasuk jenis puisi lama. Bentuknya hampir sama dengan pantun. Bentuk gurindam terdiri atas dua baris. Baris pertama berisi sejenis perjanjian atau syarat dan baris kedua menjadi akibat atau kejadian yang disebabkan dari isi baris pertama.

Contoh gurindam:

Barang siapa mengenal Allah,

Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

***

Barang siapa mengenal diri

Maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

***

Barang siapa mengenal dunia,

Tahulah ia barang yang terpedaya.

Gurindam yang terkenal adalah “Gurindam Dua Belas” karangan Raja Ali Haji. Gurindam merupakan puisi lama yang berirama dan berisi nasihat dan ajaran kebaikan.

Hikayat

Hikayat termasuk karya sastra lama yang berkembang dalam masyarakat secara turun temurun. Sebuah cerita hikayat biasanya berhubungan dengan kehidupan istana, kesaktian senjata, dan kehebatan tokoh ksatria.

Hikayat banyak tersebar di masyarakat. Hikayat kebanyakan ditemukan dalam media tulis, seperti kertas, daun, bambu, dan kulit binatang yang digunakan pada zaman dahulu.

Contoh hikayat:

• Hikayat Hang Tuah

• Hikayat Bayan Budiman

• Hikayat Patani

• Hikayat Raja Sulaiman

• Hikayat Hasanudin,

• Hikayat Undakan Penurat

• Hikayat Nur Muhamad

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on February 23, 2011 in Pembelajaran Bahasa Indonesia

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: